Candi-Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Mojokerto memiliki obyek wisata yang sangat banyak diantaranya obyek wisata serta makanan khas dan juga produk unggulan salah satunya adalah onde-onde. Situs peninggalan kerajaan Majapahit di Trowulan misalnya merupakan bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Mojokerto dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan besar yang berhasil menyatukan wilayah Nusantara. Kebesaran Majapahit tentunya menjadikan masyarakat Mojokerto masih mewarisi keagungan budayanya. Menurut catatan sejarah dan beberapa prasasti yang layak dipercaya menunjukkan bahwa, pusat pemerintahan kerajaan Majapahit berada di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Mojokerto tepatnya di Trowulan

  • Candi Bajangratu

Candi yang terbuat dari batu bata merah ini memiliki ketinggian + 16,1 meter lebar 6 meter dan panjang 6,74 meter, berbentuk bangunan gapura paduraksa yang mempunyai sayap kanan dan kiri. Candi ini juga dihiasi oleh relief kepala garuda, matahari diapit naga, kepala kala diapit singa dan binatang bertelinga panjang. Di bagian sayap terpahat relief cerita Rama dan di bagian kaki candi terpahat relief cerita Sritanjung. Candi ini ada hubungannya dengan Raja Jaya Negara. Fungsi Candi Bajang Ratu sebagai gapura pintu masuk bangunan suci. Letaknya sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Terletak di Desa Temon Kecamatan Trowulan.

  • Candi Tikus

 
Candi Tikus yang terbuat dari batu bata merah dengan ukuran tinggi 5,20 meter, panjang 25,4 meter dan lebar 23,6 meter ini konon merupakan taman air dan tempat bersuci putri kerajaan Majapahit. Candi ini disebut Candi Tikus karena sewaktu ditemukan merupakan tempat bersarangnya tikus yang memangsa padi para petani. Arsitektur bangunan melambangkan kesucian Gunung Mahameru sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Menurut kepercayaan Hindu gunung Mahameru juga merupakan tempat sumber air Tirta Amerta atau air kehidupan, yang dipercaya mempunyai kekuatan magis dan dapat memberikan kesejahteraan. Dari mitos ini air yang mengalir di Candi Tikus dianggap bersumber dari Gunung Mahameru. Sampai saat ini masih ada masyarakat petani yang percaya bahawa air yang ada di Candi Tikus dapat digunakan untuk menolak atau mengusir hama tikus dari sawah. Candi ini sangat mudah dicapai baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Terletak di Desa Temon Kecamatan Trowulan dan tak jauh dengan lokasi situs candi Bajangratu.


  • Candi Brahu

Candi Brahu terbuat dari bata dan berasal dari masa empu Sendok Majapahit. Candi ini merupakan candi agama Budha, Candi Brahu tidak mempunyai hiasan hanya bagian atap terdapat sisa bagian dasar stupa. Disekitar candi banyak ditemukan benda-benda yang juga menunjuk ciri-ciri Budhis. Menurut cerita rakyat Candi Brahu merupakan tempat disimpan abu para raja-raja Majapahit yaitu Brawijaya pembakaran raja-raja Majapahit diantaranya Brawijaya I,II,II dan IV. Setelah dibakar abunya kemudian disimpan di dalam goa yang terdapat dalam candi. Candi Brahu terletak di desa Bejijong Trowulan



  • Candi Waringin Lawang

Candi ini diperkirakan sebagai pintu gerbang utama untuk masuk ke komplek kerajaan Majapahit. Bentuknya berupa gapura belah ( candi Bentar ). Bangunan ini terbuat dari batu bata dengan ukuran tinggi 13,7 m panjang 13 m lebar 11m. Menurut cerita rakyat gapura Wringin Lawang merupakan salah satu bapura masuk ke alun-alun Mojopahit. Di dekat gapura dahulu juga dilengkapi dengan paseban,yaitu tempat menunggu bagi orang-orang yang akan sowan kepada raja. Candi ini dikenal dengan Candi Wringin Lawang, konon dulu didekat candi ini tumbuh dua pohon beringin berjajar yang besar. Candi ini terletak di Desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, di tepi jalan Raya Surabaya, Jombang mudah dijangkau baik dengan angkutan umum atau kendaraan pribadi ataupun kendaraan roda dua (motor)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar